Lamporan , Tradisi Leluhur ( Tolak Pabrik Semen )

Mengulang tradisi lamporan, yg sejak dulu selalu dilakukan untuk mengusir hama penyakit, kalau dulu yg dimaksut hama penyakit itu adalah babi hutan, tikus & kutu”an, tetapi sekarang beda, yg dimaksut hama penyakit bukan cuma babi, tikus & kutu”an tetapi, manusia yg kerjanya merusak alam, manusia pemberi ijin merusak alam, manusia yg menggunakan jabatan untuk mendukung perusak alam, itu juga termasuk hama penyakit, selamatan bumi, kentrung kiter kendeng, jaranan, melihat secara langsung kegiatan

penambangan dari jarak dekat jg termasuk rentetan kegiatan yg dilakukan, semoga pemerintah tidak menutup mata, & segera melaksanakan putusan MA,

Salam’ Juang

Salam Kendeng, Lestari…..

Advertisements

KHASIAT MENGKUDU

KHASIAT MENGKUDU
(BUAH BERBAU TAPI BERKHASIAT)

– Mengedalikan Darah Tinggi
– Mengobati Diabetes
– Mengobati Asam Urat
– Menurunkan Kolesterol
– Mengobati Jantung Koroner
– Mengobati Asma dan Sinusitis
– Menyerap Abnormal dan Obesitas
– Mencegah kerusakan DNA
– Mencegah Kanker
– Mencegah Kista
– Mencegah Bakteri Paru – Paru/TBC/Bronkitis
– Mencegah radangan tengorokan/Batuk/Demam
– Mengobati Sakit Perut/Maag
– Melindungi tubuh dari radikal bebas
– Meningkatkan kekebalan tubuh
– Menjaga kecantikan rambut
– Mengobati sisik/Borok di Kulit

Aspek Kimia
1. Senyawa Terpenoid : mematikan bakteri infeksi
2. Zat Scopoletin : Efektif anti peradangan/anti alergi
3. Xeronine dan Proxeronine : mengaktifkan ptotein dan sel abnormal
4. Zat Polisakarida : Menormalkan sistem imun
5. Asam Askorbat
6. Zat Anti kanker
7. Zat Antioksidan
8. Protein
9. Lemak
10. Karbohidrat
11. Vitamin A dan Vitamin C
12. Zat Besi
13. Niasin

#Mari_Budidayakan_mengkudu
#Hijaukan_negeri_dengan_tumbuhan_obat
#Manfaatkan_lahan_kosong

Inisiator Mengkudu Tamiang M Indra Sas Alumni Akademi Komunitas Aceh Tamiang

Sumber : Muhammad Yani

Climatic Geomorphology

Pada abad ke 20, terutama di Jerman dan Perancis, climatic geomorphology (CG) menjadi pendekatan utama yang digunakan. Bagaimanapun, ide tentang pentingnya iklim dalam mempengaruhi proses dan perkembangan bentanglahan telah dimulai pada abad 19. Banyak peneliti melakukan penelitian dan investigasi di luar Eropa. Dalam pandangan CG, iklim-lah yang dianggap menyebabkan perbedaan perkembangan bentanglahan di muka Bumi, bahkan pada lintang yang tingginya sama. Banyak di antaranya yang melakukan ekspedisi ilmiah ke daerah yang awalnya hanya sedikit diketahui kondisinya bahkan pada daerah daerah yang secara politis atau kemungkinan distribusi logistik tidak memungkinkan.

Perkembangan CG dimulai ketika mulai banyak dilakukan penelitian tentang proses periglasial dan permafrost. Sebelum perang dunia I dimulai, seorang peneliti bernama Lozinski kemudian memperkenalkan istilah yang mengakomodasi kajian CG waktu itu menjadi Geomorfologi Periglasial. Selain itu, beberapa peneliti lain juga mengenalkan istilah “Cold Climate Phenomena”. Masa itu ditandai dengan banyaknya temuan tentang dasar-dasar proses glasial dan bentukan yang dihasilkan, gerak massa batuan, proses fluvial dan marin serta kajian pedologi.
Selain penelitian di lintang tinggi, penelitian CG banyak pula dilakukan di lintang tengah di masa itu. Selama penjajahan Perancis di Afrika Utara, penelitian terkait dengan pembentukan gumuk pasir, inselberg, deflasi, laterisasi, dan pelapukan kimia di Gurun Sahara sangat intensif dilakukan. Penelitian utamanya ditujukan untuk memahami mengapa gurun dapat terbentuk dan mengapa gurun dapat memiliki lingkungan yang berbeda secara ekstrem dengan wilayah lain di Bumi meskipun terletak pada ketinggian lintang yang sama.

Rujukan utama:
Goudie, A. 2011. Geomorphology: Its Early History.

Inspirasi Hijau dari Sebatang Pohon

Dalam sebuah perjalanan seorang ayah dengan puteranya, sebatang pohon kayu nan tinggi ternyata menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

“Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama. Walaupun ia berada di tanah yang miring, pohon akan memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya,” jelas sang ayah.

“Anakku,” ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya. “Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” ungkap sang ayah begitu berkesan.**

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan tidak seperti yang kita inginkan. Ada tebing nan curam, ada tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti sumber cahaya kebenaran. Walaupun berada di tebing ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

“Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran.”

Sobat Konservasi,,, Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran,” Siapapun Anda, bagaimanapun Anda, dan Dimanapun anda… tatap dan ikutilah cahaya lurus kebenaran… karena bila tidak anda akan tersesat dalam kegelapan. Dan Bila terperangkap dalam gelap, jangan mengutuki kegelapan, tapi nyalakan lah cayaha walaupun dengan Lilin…

Semoga bermanfaat

Salam Speleo

Halo Sobat Karst..Akan sangat menyenangkan jika Sobat Karst bisa berkumpul dan bercengkrama, khususnya bagi yang berada di area Malang Raya dan sekitarnya.

Yuks kita kenali ruang hidup kita, siapa tau kita bisa juga bersama-sama untuk menjaga dan merawatnya. Mari mengenal kawasan karst di acara #speleoceria Citizen Science yang akan diadakan di Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang. Catat tanggalnya dan daftarkan dirimu segera ya Sobat Karst.

Salam Speleo !!!

*Info lebih lanjut bisa menghubungi nomer yang tertera di atas.
Repost from @jhemukti

#speleoceria #citizenscience #indonesiaspeleologicalsociety #msijatim #isspeleo #speleologiuntuksemua #speleologi #karst #karstkita #malang #lingkarjatim #nomello #walhi #walhijatim #javanlangurcenter #perhutani #marimendatakarst

TELUK BENOA MENANG

Baru saja berlangsung, sekitar pukul 16.30 wita bertempat dihalaman samping Kantor WALHI Bali, Jl. Dewi Madri IV No.2 Denpasar.

ForBALI mengadakan konferensi pers mengenai kemenangan rakyat Bali dalam perjuangan menolak reklamasi Teluk Benoa.

Hasil komunikasi dengan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dapat dipastikan bahwa AMDAL proyek reklamasi Teluk Benoa tidak layak disebabkan aspek sosio kultural yaitu adanya penolakan dari masyarakat.
Izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang dipegang PT. TWBI pun sudah kedaluarsa sejak pukul 00.00 wib tanggal 26 agustus 2018 sehingga dapat dipastikan rencana proyek reklamasi oleh PT. TWBI gagal dilaksanakan.Perjuangan rakyat Bali selama 5 tahun dapat meraih kemenangan dan semoga kemenangan ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus mengkritisi pembangunan yang tidak adil dan menjadi pembelajaran bagi pengusaha yang berinvestasi di Bali untuk memperhatikan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Terimakasih juga untuk jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang telah obyektif melakukan penilaian AMDAL dengan memperhatikan aspirasi masyarakat.

Kemenangan yang diperoleh rakyat Bali ini tidak boleh memadamkan semangat untuk tetap mengkritisi pemerintah karena masih ada perjuangan selanjutnya untuk mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi.

Terimakasih semesta.
Terimakasih kepada semua relawan, komunitas, LSM, warga adat dan siapapun yang telah rela mengorbankan waktu dan materi untuk bersama-sama berjuang selama ini

#TelukBenoaMenang
#KemenanganRakyat
#RakyatBersatuTakBisaDikalahkan
#BergerakTerpimpinDisiplinDanMenang
#TolakReklamasiTelukBenoa
#BatalkanPerpresNo51Th2014

MERAPAT SOBAT KARST

Sobat Karst yang berada di daerah Kupang dan sekitarnya, silahkan merapat di kantor Perkumpulan PIKUL pada hari Senin, 27 Agustus 2018, jam 17.00 wita ya.

Ada Open-Class mengenai “Karst : Pulau Kita, Batuan Gamping, Karang, dan Tata Air” bersama Petrasa Wacana @petrasaw (Koordinator Bidang Kampanye, Advokasi, dan Konservasi Indonesian Speleologocal Society). Ditunggu kehadirannya ya Sobat Karst. Salam Speleo !!!

*Informasi lebih lanjut bisa menghubungi nomer yang tertera di atas ya

#jaminspirasi #pikul #isspeleo #openclass #karst #pulau #air #konservasi #kupang #ntt #explorentt #speleology #speleologiuntuksemua #karstkita #indonesia