UNDANGAN DUKUNGAN

[Silahkan bila berkenan bergabung]

UNDANGAN DUKUNGAN

*AKSI COR KAKI & MIMBAR AKADEMIK KENDENG*

Rabu 9 Mei 2018 pukul 13:00-16:00 WIB, di depan Kedutaan Jerman, Jakarta.

Pada Rabu, 9 Mei 2018, akan diadakan pertemuan pemegang saham Heidelberg bersama PT Sahabat Mulia Sakti, perusahaan yang akan membangun pabrik semen di Kabupaten Pati. Kami dari warga Kendeng akan menggelar *Aksi Cor Kaki dan Mimbar Akademik* bersama sejumlah akademisi berbagai latar belakang keilmuan.

Mestinya, ilmu Pengetahuan, riset, studi keilmuan digunakan untuk melestarikan alam, bukan melegitimasi perusakan alam. Seiring dengan perjuangan masyarakat menolak pabrik semen PT. SMS telah banyak cara dilakukan sejak 2011. Izin Lingkungan PT SMS di Kabupaten Pati telah berakhir masa berlakunya. JMPPK telah meminta Pemkab Pati dan Pemda Jateng untuk tidak memperpanjang izin lingkungan tersebut. Tetapi, sampai sekarang tidak ada itikad baik Pemkab Pati maupun Pemda Jateng untuk menghentikan pembangunan pabrik semen PT SMS.

Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) bersama jaringan di Jakarta akan mengadakan aksi di depan Kedubes Jerman pada tanggal 9 Mei 2018. Aksi tersebut rencananya akan disertai dengan Mimbar Akademik yang diisi dengan orasi-orasi para akademisi beragam studi. Untuk itu, kami memohon dukungan para akademisi-akademisi dalam mimbar akademik tersebut, dengan memberikan orasi-orasi dukungan kepada JMPPK dan penolakan pabrik semen PT. SMS.

Aksi akan dilakukan mulai jam 13.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Bertempat di Kedubes Jerman. Para akademisi yang bersedia memberikan dukungan maupun orasi dalam mimbar akademik kami mohon untuk mencantumkan namanya di bawah ini.

Kontak/Info: Merah Johansyah 0813-4788-2228

Nama:

1. Suraya Afif, PhD. (FISIP UI)
2. Dr. Herlambang P. Wiratraman (FH UNAIR)
3. M. Said, SH.,MH. (FH Univ. NU Jakarta/Pustokum)
4. Iman Prihandono, PhD (FH UNAIR)
5. Dr. Rikardo Simarmata (FH UGM)
6. Dr. Eko T. Paripurno (UPN Yogyakarta)
7. Dr. Widodo D. Putro (FH Univ. Mataram)
8. Dian Noeswantari, MPAA (Pusham Ubaya)
9. Dr. Andri G. Wibisana (FH UI)
10. Wahyu Nugroho, SH., MH. (FH USAHID Jakarta)
11. Dr. Ahmad Redi (FH UNTAR)
12. Prof. Dr. Sulistyowati Irianto (FH UI)
13. Mirza Satria Buana, PhD. (FH ULM Banjarmasin)
14. Manunggal K. Wardaya, LLM. (FH UNSOED Purwokerto)
15. Eko Riyadi, MH. (Pusham UII)
16. Al Hanif, PhD. (FH Univ. Jember/Ketua Sepaham Indonesia)
17. Dr. Ratna Saptari (Univ Leiden)
18. Dr. Lidwina Nurtjahjo (FH UI)
19. M. Shohibuddin, M.Si (Pusat Studi Agraria IPB)
20. Prof. Dr. PM Laksono (UGM)
21. Dr. Titiek Kartika (Univ. Bengkulu)
22. Dwi Rahayu K, SH., MA. (FH UNAIR)
23. Franky Butar-Butar, SH., MDev. (FH UNAIR)
24. Haidar Adam, SH., LLM. (FH UNAIR) *
25. Muktiono, SH., M.Phil. (FH UNIBRAW)
26. Dr. Tristam P. Moeliono (FH UNPAR)
27. Prof. Bambang Hidayat (AIPI)
28. Dr. Selly Riawanti (UNPAD)
29. Dr. W. Riawan Tjandra (FH Univ Atma Jaya Yogyakarta)
30. Dr. Zainal Arifin Mochtar (FH UGM)

* bersedia untuk aksi di Jakarta dan dicor semen

Advertisements

KENDENG LESTARI

Pegunungan Kendeng harus lestari

Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) akan mengadakan aksi di depan Kedubes Jerman pada hari Rabu tanggal 9 Mei 2018. Aksi ini rencananya akan disertai dengan Mimbar Akademik yang diisi dengan orasi-orasi para akademisi beragam studi. Untuk itu, kami memohon dukungan para akademisi-akademisi dalam mimbar akademik tersebut, dengan memberikan orasi-orasi dukungan kepada JMPPK dan penolakan pabrik semen PT. SMS. Aksi akan dilakukan mulai jam 13.00 WIB sampai jam 16.00 WIB. Bertempat di Kedubes Jerman.

#TolakPabrikSemenIndocement
#TolakPabrikSemenIndonesia
#KendengMelawan
#KendengLestari

KARAWANG MENOLAK TAMBANG

Karawang, 7 Mei 2018
Provinsi Jawa Barat tercatat telah mengeluarkan IUP (Izin Usaha Pertambangan) sebanyak 822 IUP di 20 Kabupaten/Kota. Dari 822 IUP yang telah diterbitkan, hanya ada 159 IUP yang dinyatakan *CnC (Clean and Clear)* oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di seluruh Provinsi Jawa Barat. 663 IUP lainnya masih bermasalah dalam pembayaran royalty (landrent), jaminan reklamasi, jaminan pascatambang dan jaminan kesungguhan. Kabupaten Karawang memiliki 3 IUP (2 IUP Eksplorasi dan 1 IUP Produksi) dan semuanya tidak memiliki *jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang* serta tidak ada *laporan produksi* (Renaksi Minerba, 2015).

PT.Atlasindo Utama berdasarkan SIPD (Surat Izin Pertambangan Daerah) ~No.541.30/Kep.05-SIPD/TM/DLH~ mulai beroperasi di Gunung Sirnalanggeng-Karawang sejak 10 September 2002. Kemudian pada tahun 2010 mengajukan perubahan SIPD ke IUP hingga keluar IUP ~No.541.3/116.a/03/II.12-IUP/Tamben~ pada tahun 2012. PT.Atlasindo Utama akan berakhir IUP-nya pada 10 September 2020 sesuai dengan SIPD awal diatas wilayah seluas *20 Ha*. PT.Atlasindo Utama mendapatkan izin pinjam pakai kawasan hutan seluas *14 Ha* sesuai ~SK.257/Menhut-II/2013~ dan izin tersebut akan berakhir pada 10 September 2020.

Gunung Sirnalanggeng dengan ketinggian 334 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) di Desa Cintalanggeng-Kec.Tegalwaru, Karawang *telah ditambang 39% dari luas keseluruhan* dengan tinggi 150 meter dari tanah. Desa Cintalanggeng pada 2008, 2015 dan 2017 mengalami kesulitan air bersih, jika ada air pun itu kotor dan tidak layak konsumsi. WIUP (Wilayah IUP) PT.Atlasindo Utama diketahui menjadi pemasok air bersih untuk 2 sungai, yaitu Sungai Cicaban dan Sungai Cipagadungan. Harusnya ke-2 sungai tersebut menjadi pemasok air bersih bagi masyarakat sekitar dan Gunung Sirnalanggeng menjadi kawasan resapan air bagi daerah sekitarnya.

Keluarnya Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propinsi Jawa Barat ~N0.540/Kep.06/10.1.06.2/DPMPTSP/2017~ Tentang Persetujuan Perpanjangan Kesatu Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi atas nama PT. Atlasindo Utama. *Menjadi ancaman nyata bagi prikehidupan lingkungan disekitarnya (Desa Cintalanggeng) dan seluruh Kabupaten Karawang*.

Maka atas dasar tersebut, kami mengundang seluruh element Rakyat Karawang untuk meminta komitment *BUPATI KARAWANG* dalam hal menutup serta menolak perpanjangan IUP PT.Atlasindo Utama yang telah merusak prikehidupan lingkungan Gunung Sirnalanggeng-Karawang. Mari bergerak bersama memperjuangkan lingkungan Karawang pada tanggal *9 Mei 2017* jam *09:00* titik kumpul *Lapang Karangpawitan-Karawang* menuju *Kantor Pemda Karawang*.

#KARAWANGMENOLAKTAMBANG
#KARAWANGTEUDIJUAL
#PANJANGUMURPERJUANGAN

BUMI Dalam AncamaN

20151217_120659 - CopySelamat Siank

Selamat menyuburkan optimisme dan kelapangan hati.selamat mengumpulkan pesimisme dan ke tidak PeDean diri. sambil berzikir dan bertanya dalam hati Apa pembelajaranan mu hari ini yang bisa meningkatkan keselarasan pikiran-perasaan dan tindakan.

Taukah anda bahwa kondisi saat ini tentang planet yang kita huni ini berada dalam kondisi kritis

Satu triliun kantong pelastik digunakan diseluruh dunia setiap tahunnya, artinya 1000.000 kantong plastik digunakan setiap menit nya di muka bumi ini ,jika sampah plastik tersebut dirangkai menjadi tali yang membalut dan mengitari bumi, sampah plastik tersebut di dunia setiap tahun panjang nya 4 x keliling BUMI. Sedangkan untuk Kemasan sampah botol kemasan 50 % plastik untuk kemasan hanya digunakan sekali pakai lalu dibuang. 500 -1 .000 Tahun waktu yang dibutuhkan plastik agar terurai. 8 juta TON sampah pelastik dibuang ke laut per tahunnya membunuh 100 Ribu hewan laut mati dikarnakan sampah plastik. masihkah kita menjadikan sungai dan laut menjadi tong sampah terbesar di muka bumi ini.

Buanglah sampah pada tempatnya ‘ Sampah jangan dibuang-buang percuma , bisa jadi macam-macam bukan hanya semacam ‘ bau kotor dan segala yang menjijikan sampah bukan musuh dan bukan juga setan’ sampah sesuatu yang belum termanfaatkan jangan dimusihi apalagi diperangi,sebab kemana pun kalian pergi dia ada disitu ‘

Bila didaur ulang jadi uang

SAMPAh : Racun ,Makanan , Kaleng, plastik ,Sampah masyarakat

SAMPAH Masyarakat di daur ulang jadi orang

Kalau kita tak bersahabat dengan sampah dia bisa ngambek dan membunuh kita , kalau kita memnggap remeh ia , Jangan salah kan klu dunia KIAMAT DEluan

SAMPAH

 

KALOBORASI PSDA Aceh Tamiang

Kaloborasi dalam PSDA
Melihat dari sudut pandang yang berbeda terkait HAk-HaK Masyarakat Adat dan Lokal
– Lend Tenure Study (LTS)
– SDS (Studi Dampak Sosial)
– ADR (Altenativ Dispute Resolution)
Pemda Aceh Tamiang & NGO KEMPRa
Grond chek melihat Langsung ttg hak ruang , hak hidup dan Hak Air serta menghitung jasa lingkungan yang masih Produktive

Disadari bahwa untuk mencapai tujuan bukan lah hal yang mudah butuh proses dalam hal ini . Berkomitment saling menghargai dan saling melepaskan ego2 yang tidak bersifat membangun sangatlah penting dalam seriap proses pembangunan SDM mau pun PSDA . Hal ini team rasakan saat di lapangan sering berbada faham dan saling Ooooo …. ternyata . Ada hal-hal yang kami tidak pahami selama ini. Walau tidak menutup celah perdebatan-perdebatan tetap terjadi . Saya bergumam …. emmmmm wajar dalam proses hal ini terjadi.

Mari membangun mimpi yang sejahtra

#petani_adalah_tonggak_perubahan

Inpirasi toll Asset Base Community Development (ABCD) !!!

Asset Based Community Development (ABCD) atau Pengembangan Komunitas Berbasis Aset adalah metologi untuk pembangunan berkelanjutan masyarakat berdasarkan kekuatan dan potensinya. Ini melibatkan penilaian sumber daya, ketrampilan dan pengalamanan yang tersedia di masyarakat. Mengorganisir masyarakat sekitar isu-isu yang mendorong anggotanya bertindak dan kemudian menentukan dan mengambil tindakan yang tepat. (Wikipedia)

Metode ini menggunakan aset dan sumber daya milik masyarakat sebagai dasar pengembangan. Ini memberdayakan masyarakat dengan mendorong mereka memanfaatkan apa yang telah mereka miliki.

Pendekatan ABCD dikembangkan oleh John L. McKnight dan John P. Kretzmann di Institute for Policy Research di Northwestern University di Evanston, Illinois. Mereka turut menulis sebuah buku pada tahun 1993, Membangun Komunitas dari Inside Out: Jalan Menuju Menemukan dan Memobilisasi Aset Komunitas, yang menggariskan pendekatan berbasis aset mereka terhadap pengembangan masyarakat.

Pendekatan ABCD menggunankan tool 4 D

Cara menangani persoalan kompleks/sistemik :

  1. Discovery / Penemuan
  2. Dream / Mimpi
  3. Design / Desain
  4. Destiny  / Takdir
    memahami persoalan sistemik ,menerima kompleksitasnya,menyadari keterbatasan kita, mulai dari apa yang kita bisa , bekerja sama dengan berbagai pihak yang terkait .   Hal ini kita lakukan karna kita sadari dengan mengacu pada prinsip-prinsip kearifan lokal maka suatu daerah akan membangun impian nya untuk memajukan daerah nya sendiri sesuai apa yang mereka pahami dan inginkan.  kita sendiri mengalami pemberontakan jiwa karna kita keluar dari kebiasaan kita yang selama ini kita lakukan , seperti memberikan solusi dan penyelesaian masalah dengan mengacu dengan metode pohon masalah .IMG_4815

Pertemuan Sahabat dan program

Se-bulan telah berlalu kebersamaan kami di kancah Belajar bersama Centre of Social Excellence – CSE Indonesia , dan satuminggu yang lalu saya mendapat kabar bahwa rekan-rekan akan memfasilitasi kegitan di kabupaten Aceh Tamiang.

 

IMG_2493

Dengan persiapan kegitan yang sudah di persiapkan hingga undangan peserta dilangkan. terlaksanalah kegitan ini yang di beri judul

Workshop Multistakeholder Kolaborasi PSDA

 semoga menjadi gerakan awal untuk suatu perubahan sistem dan tata kelola lingkungan .

salam lestari ,

Jangan takut untuk memulai hal-hal kecil dan baru’ sesungguhnya inovasi itu dan kaloborasi itu diperlukan setiap saat bahkan dalam detik-detik yang genting

Fhotogafer : Andi nur muhammad
Suasana Forum diskusi Workshop Multistakeholder Kolaborasi PSDA : Fg – Andi nur muhammad