SATRIA ANDALAS

Bait Satria Andalas

Menapaki awal tahun 2019, barangkali kita butuh menghela nafas sejenak, menyegarkan kembali ingatan, kemudian menjahit kembali kepingan peristiwa yang telah dilewati, terutama berbagai ikhtiar menjaga kelestarian alam.

TFCA Sumatera, bersama 13 mitra yang tersebar di Sumut dan Aceh, ingin berbagi pengalaman. melalui Bait Satria Andalas. Sebuah Buku yang kami dedikasikan kepada semua pihak yang masih menjaga harapan, harapan akan hari esok yang lebih baik.

Buku ini bagi kami sangat istimewa, karena ditulis langsung oleh para pelaku konservasi. setelah dilatih selama 3 hari di Berastagi, Sumatera Utara. kepada Bang Syafrizaldi Jpang dan Bang Nurhalim Tanjung, pelatih kepenulisan dan editor, kami ucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi. harapannya dari kisah ini, mampu memantik semangat baru. optimisme bersama untuk menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem yang lebih baik.

Kami mulai buku ini dengan Kisah ‘Patroli Barumun, ditulis oleh Hasri Abdillah dari konsorsium barumun. “Barumun belum lumpuh, dia menyimpan kekuatan magis, lewat keberadaan harimau sumatera. Namun keberadaan raja hutan itu tak mungkin sebatas tahu saja. dibutuhkan upaya nyata berlumur kisah,” tulis Hasri Abdillah.

Cerita kedua adalah “Restorasi Halaban” Ditulis oleh Indra Kurnia dari Orangutan Information Centre (OIC). “Restorasi kini telah membuat halaban bak kuncup yang merekah, namun masih perlu upaya lebih agar kehidupan dapat berjalan selaras dengan alam.

Selanjutnya ada ‘Lacak Jejak Satria Leuser”, kisah perjuangan Forum Konservasi Leuser (FKL) yang ditulis Kevin Ramadhan. “Kawasan Ekosistem Leuser telah menjadi harapan jutaan jiwa, namun ancaman datang tak berujung, tapi para satria tak mau henti memberi lindung”

Cerita keempat datang dari Caritas PSE, kisah tentang Napasingkam sebagai relung hidup warga, berada dalam kawasan hutan lindung. Berliana Nainggolan mengajak kita berkunjung melalui kisah anak muda bertangan dingin yang giat menanam benih kemandirian bernama LEO

Beberapa waktu lalu, mata dunia tertuju ke tanah Mandailling Natal, Seekor harimau betina masuk jerat warga, kakinya harus diamputasi. Sumatera Rainforest Institute (SRI) yang terlibat dalam proses ini membagi kisah. “Gadis buntung menjadi saksi hidup atas derita harimau sumatera,” tulis Edi Amin

Mejan Penjaga Gambir, adalah kisah kelima yang ditulis Muammar BM dari Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia. sebuah perjuangan insiatif hutan kemasyarakatan dari pedalaman Kabupaten Pakpak Bharat. Sumatera Utara

Kisah sedih gajah di belantara pilu dikisahkan pula oleh Fithria Edhi dari CRU Aceh, menjelaskan kepada kita tentang usaha berburu waktu agar Gajah dan Manusia tak saling berhadap-hadapan, apalagi sampai merenggut korban.

Bagus Irawan dari Forum Konservasi Leuser, menyeret kita pada naik turun emosi membawa kisah romansa rawa kluet, Bagus berkisah kapan TFCA Sumatera tiba dan kemudian menjadi harapan

Kisah kesembilan ditulis Fajar Alam dari Time Sumatera, bagaimana tim patroli berjibaku mengangkat harapan tentang harimau sumatera di Suaka Margasatwa Dolok Surungan.

Sepuluh, Indrianto dari Yayasan Ekosistem Lestari, mengajak kita mengenali rawa gambut tripa, kisah berbalut sejarah ini membuat tripa kian akrab di telinga.

Pindi Patana, dari konsorsium Yayasan Leuser Internasional. berkisah tentang jejak Badak sumatera di hutan leuser. kisah ini menjawab, kenapa Badak sumatera harus segera diselamatkan.

Cerita ke duabelas, kisah tentang Perkumpulan Petra yang ditulis oleh Vernando Maruli Aruan. Jatuh bangun koperasi marasada melawan tengkulak. “Walau tengkulak menghadang, Koperasi Marasada Menantang Zaman”

Kisah terakhir, Aulia Fakgrurozi dari Vesswic, jatuh bangun sekelompok dokter hewan yang menjaga gajah sumatera. Aulia percaya, gajah-manusia dapat hidup rukun. bila pun ada konflik, dokter hewan harus siaga berjaga”

#tfcasumatera #leuserconservationpartnership #baitsatriaandalas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s