Tonton “Explore_Acehtamiang TRIP II GP” di YouTube

Advertisements

HALAU GAJAH TIM BKSDA Aceh

Halau Gajah, Tim BKSDA Aceh Terjun Ke Lhok Sandeng.

Menindaklanjuti permasalahan sejumlah kawanan gajah yang sempat mengamuk dan hingga kini masih berkeliaran di dalam kebun dekat permukiman warga Gampong Lhok, Sandeng, Meurah Dua, Pidie Jaya, Tim BKSDA( Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Aceh terjun ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) guna menghalau kawanan gajah agar kembali ke habitat nya, Jum’at, (11/1).

Kehadiran Tim BKSDA Aceh berjumlah 5 Orang personil tersebut juga turut didampingi oleh 3 orang dari BKPH2 Pidie Jaya, Kapolsek Meurah Dua, Ipda Syahril ,SH, bersama sejumlah anggota nya, FFI Pidie dua orang, Keuchik Gampong Lhok Sandeng, Ilyas, dan sejumlah warga setempat.

Pantauan Rakyat Aceh di TKP, Dalam kegiatan penghalauan gajah tersebut, sejumlah personil melakukan pembakaran petasan agar gajah secara perlahan bergeser ke arah pegunungan.

Saat pembakaran sejumlah petasan, terdengar suara gajah hingga berkali-kali dalam semak belukar, gajah tersebut diketahui oleh warga memiliki gading hanya satu. Sementara gajah lainnya yang sempat mengamuk pada hari Rabu,(9/1) kemarin yang membuat salah seorang warga Gampong Drien Tujoh, Bandar Dua, jatuh korban hingga mengalami luka parah dan patah lengan kanan nya, Teuku Muhammad Bardan,(Kini sedang dioperasi di RSUZA Banda Aceh).

Gajah tersebut memiliki ciri-ciri salah satu mata nya yang sedikit sakit seperti buta. Setelah beberapa jam dilakukan pengahalauan secara perlahan lahan, gajah yang memiliki satu gading tersebut perlahan memasuki semak-semak belukar, dan tidak lama kemudian pihak FFI juga menerbangkan drone guna melacak/ pengintaian melalui camera udara guna mengetahui posisi Po Meurah(Gajah,red) dimaksud sudah berada dimana, dari pelacakan melalui camera udara(Drone), beberapa menit kemudian sempat terlihat/terekam gajah dimaksud sudah berada sekitar 500 meter dari titik awal pengahalauan, atau sekitar 800 meter dari titik ditemukan nya, Teuku Muhammad Bardan, korban amukan gajah yang terjadi pada Rabu lalu.

“Kegiatan pengahalauan gajah ini kita rencanakan hingga 5 hari, besok akan kita mulai lagi yaitu sekitar pukul 8.00 wib, dengan beberapa personil yang kita buatkan kelompok.”, Ungkap koordinator Tim Penghalau gajah dari BKSDA Aceh, Agusmi didampingi dua orang pawang gajah, Abdullah dan Hanafiah.

#ksdae
#bksdaaceh
#kerjaberdampak

GARUDA SUDAH DI DADAMU

GARUDA

Garuda Indonesia berawal dari tahun 1940-an, di mana Indonesia masih berperang melawan Belanda. Pada saat itu, Garuda terbang jalur spesial dengan pesawat DC-3.

26 Januari 1949 dianggap sebagai hari jadi maskapai penerbangan ini. Pada saat itu nama maskapai ini adalah Indonesian Airways.

Pesawat pertama mereka bernama Seulawah atau Gunung Emas, yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Dana untuk membeli pesawat ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh, pesawat tersebut dibeli seharga 120,000 dolar malaya yang sama dengan 20 kg emas. Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir.

Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari Koninklijke Nederlandsch Indie Luchtvaart Maatschappij (KNILM), perusahaan penerbangan nasional Hindia Belanda. Garuda adalah hasil joint venture antara Pemerintah Indonesia dengan maskapai Belanda Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Pada awalnya, Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham dan selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya di tahun 1954 ke pemerintah Indonesia.
…..
(Sumber Wikipedia)

OLEH – OLEH KHAS PETANI PEKAN BARU

Hai … KABAR GEMBIRA buat warga pekanbaru dan sekitarnya pondok oleh-oleh hadir lagi dengan barang baru dan produk baru UMKM dan Produk petani dari

kabupaten- kabupaten yang ada di Riau ini. Mulai dari kacang pukul, dodol, krupuk yang barbagai macam rasa dan berbagai macam merk kopi ternama dan masih banyak lagi. Dan mau tempat nyantai dan nongkrong asik ala ala pentani sambil menikmati kopi hasil petani dan di racik langsung. Datang aja langsung ke Kopi Tani.

Tempat nongkrong asik untuk ngumpul ngumpul bareng dan kami menyediakan free WiFi. Setiap pelanggan cafe yang berkunjung.

Alamat kami jl Paus No. 108- Pekanbaru. Samping jalan cumi cumi. Depan Coin Laundry. Samping Baby Shop.

Wa 082382394922
Instagram pondokoleholehriau
website http://www.pondokoleh2riau.co.id
facbook Pondok Oleh-oleh
#pondokoleholehriau

BNNK REMBUG WARGA DESA BERSINAR (ACEH TAMIANG)

BNNK Aceh Tamiang Rembug Warga Untuk Persiapan Desa Bersinar

==================

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Aceh Tamiang melaksanakan rembug warga Kampung Perdamaian dalam upaya persiapan Kampung Bersih Narkoba (Bersinar).

Bersamaan dalam kunjungan ke Kampung Perdamaian tengah melaksanakan pekan Posyandu. Dimana para ibu-ibu tengah melakukan pemeriksaan kesehatan bayi dan balitanya.

Serta hadir pula petugas KB Kecamatan Kota Kuala Simpang. Sebab, Kampung Perdamaian ditetapkan sebagai kampung KB.

Dalam kunjungan tersebut langsung diterima Datok Kampung Perdamaian Husin, dan perangkatnya. Hadir dari BNNK Aceh Tamiang Kasie P2M Wan Ahmadsyah Maulana, SH, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama Suharmansyah, S.Sos, dan Pengolah Data Fithriani.

Dalam kesempatan itu, BNNK Aceh Tamiang juga menyampaikan kepada ibu-ibu terkait penetapan Kampung Perdamaian menjadi Kampung Bersinar.

Diharapkan peran ibu ibu untuk membantu mengawasi anaknya dan lingkungannya dan memberitahukan aktivitas mencurigakan kepada Datok atau BNNK Aceh Tamiang.

Bersamaan pada kesempatan itu, BNNK Aceh Tamiang juga menyerahkan spanduk himbauan kepada kampung untuk dipasang dilingkungan kampung.

@faisalabdul.naser
@trisnaaboy
BNN Provinsi Aceh
BNNP aceh
@pemudantinarkoba
@generasiantinarkotika
@dcegah_bnnpaceh
BNNbergegas

SATRIA ANDALAS

Bait Satria Andalas

Menapaki awal tahun 2019, barangkali kita butuh menghela nafas sejenak, menyegarkan kembali ingatan, kemudian menjahit kembali kepingan peristiwa yang telah dilewati, terutama berbagai ikhtiar menjaga kelestarian alam.

TFCA Sumatera, bersama 13 mitra yang tersebar di Sumut dan Aceh, ingin berbagi pengalaman. melalui Bait Satria Andalas. Sebuah Buku yang kami dedikasikan kepada semua pihak yang masih menjaga harapan, harapan akan hari esok yang lebih baik.

Buku ini bagi kami sangat istimewa, karena ditulis langsung oleh para pelaku konservasi. setelah dilatih selama 3 hari di Berastagi, Sumatera Utara. kepada Bang Syafrizaldi Jpang dan Bang Nurhalim Tanjung, pelatih kepenulisan dan editor, kami ucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi. harapannya dari kisah ini, mampu memantik semangat baru. optimisme bersama untuk menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem yang lebih baik.

Kami mulai buku ini dengan Kisah ‘Patroli Barumun, ditulis oleh Hasri Abdillah dari konsorsium barumun. “Barumun belum lumpuh, dia menyimpan kekuatan magis, lewat keberadaan harimau sumatera. Namun keberadaan raja hutan itu tak mungkin sebatas tahu saja. dibutuhkan upaya nyata berlumur kisah,” tulis Hasri Abdillah.

Cerita kedua adalah “Restorasi Halaban” Ditulis oleh Indra Kurnia dari Orangutan Information Centre (OIC). “Restorasi kini telah membuat halaban bak kuncup yang merekah, namun masih perlu upaya lebih agar kehidupan dapat berjalan selaras dengan alam.

Selanjutnya ada ‘Lacak Jejak Satria Leuser”, kisah perjuangan Forum Konservasi Leuser (FKL) yang ditulis Kevin Ramadhan. “Kawasan Ekosistem Leuser telah menjadi harapan jutaan jiwa, namun ancaman datang tak berujung, tapi para satria tak mau henti memberi lindung”

Cerita keempat datang dari Caritas PSE, kisah tentang Napasingkam sebagai relung hidup warga, berada dalam kawasan hutan lindung. Berliana Nainggolan mengajak kita berkunjung melalui kisah anak muda bertangan dingin yang giat menanam benih kemandirian bernama LEO

Beberapa waktu lalu, mata dunia tertuju ke tanah Mandailling Natal, Seekor harimau betina masuk jerat warga, kakinya harus diamputasi. Sumatera Rainforest Institute (SRI) yang terlibat dalam proses ini membagi kisah. “Gadis buntung menjadi saksi hidup atas derita harimau sumatera,” tulis Edi Amin

Mejan Penjaga Gambir, adalah kisah kelima yang ditulis Muammar BM dari Yayasan Pesona Tropis Alam Indonesia. sebuah perjuangan insiatif hutan kemasyarakatan dari pedalaman Kabupaten Pakpak Bharat. Sumatera Utara

Kisah sedih gajah di belantara pilu dikisahkan pula oleh Fithria Edhi dari CRU Aceh, menjelaskan kepada kita tentang usaha berburu waktu agar Gajah dan Manusia tak saling berhadap-hadapan, apalagi sampai merenggut korban.

Bagus Irawan dari Forum Konservasi Leuser, menyeret kita pada naik turun emosi membawa kisah romansa rawa kluet, Bagus berkisah kapan TFCA Sumatera tiba dan kemudian menjadi harapan

Kisah kesembilan ditulis Fajar Alam dari Time Sumatera, bagaimana tim patroli berjibaku mengangkat harapan tentang harimau sumatera di Suaka Margasatwa Dolok Surungan.

Sepuluh, Indrianto dari Yayasan Ekosistem Lestari, mengajak kita mengenali rawa gambut tripa, kisah berbalut sejarah ini membuat tripa kian akrab di telinga.

Pindi Patana, dari konsorsium Yayasan Leuser Internasional. berkisah tentang jejak Badak sumatera di hutan leuser. kisah ini menjawab, kenapa Badak sumatera harus segera diselamatkan.

Cerita ke duabelas, kisah tentang Perkumpulan Petra yang ditulis oleh Vernando Maruli Aruan. Jatuh bangun koperasi marasada melawan tengkulak. “Walau tengkulak menghadang, Koperasi Marasada Menantang Zaman”

Kisah terakhir, Aulia Fakgrurozi dari Vesswic, jatuh bangun sekelompok dokter hewan yang menjaga gajah sumatera. Aulia percaya, gajah-manusia dapat hidup rukun. bila pun ada konflik, dokter hewan harus siaga berjaga”

#tfcasumatera #leuserconservationpartnership #baitsatriaandalas